Jika Ronaldo Ngotot Pindah Ini 5 Pemain yang Bisa Jadi Mesin Gol

Jika Ronaldo Ngotot Pindah Ini 5 Pemain yang Bisa Jadi Mesin Gol

Pasarliga Jika Ronaldo Ngotot Pindah Ini 5 Pemain yang Bisa Jadi Mesin Gol. Semenjak kembali ke Kota Manchester, kepastian statusnya semakin tidak jelas bertahan atau tidak.

Sejauh ini MU percaya tidak ingin melepas mega bintangnya tersebut. Hal itu wajar mengingat Ronaldo, selain jadi ikon klub, juga pencetak gol terbanyak klub musim lalu dengan 18 gol.

Dengan kata lain, Ronaldo yang sudah berusia 37 tahun itu tetap berfungsi sebagai mesin gol. Kebetulan di waktu yang bersamaan kala itu, pemain-pemain MU lainnya gagal bersinar.

Walaupun begitu, melepas Ronaldo sebetulnya tidak salah-salah amat. Sebab, ada sejumlah nama di dalam skuad saat ini yang berpotensi menggantikan peran Ronaldo sebagai mesin gol. Jika Ronaldo Ngotot Pindah Ini 5 Pemain yang Bisa Jadi Mesin Gol

Anthony Martial

Anthony Martial

Tiga gol selama masa pra-musim seolah membuktikan bahwa Martial belum habis. Pemain timnas Prancis ini layak untuk dapat kesempatan lagi di bawah Erik Ten Hag.

Salah satu yang paling mencolok selama masa pra-musimnya itu adalah cara Martial mencari ruang di kotak penalti. Dia seolah bisa memikirkan dua langkah ke depan sehingga memiliki pemosisian yang menguntungkan.

Hal itu juga yang tampak pada statistik Goal Creation Actions milik Martial yang tertinggi di antara skuad Setan Merah musim lalu. GCA mencatat seberapa efektif pergerakan dan pengambilan keputusan pemain sampai terjadinya gol.

Berkat hal tersebut, rasanya tidak berlebihan menempatkan Martial sebagai kandidat mesin gol MU. Ia hanya perlu mencetak gol dan terus mencetak gol untuk menjaga kepercayaan dirinya.

Anthony Elanga

Anthony Elanga

Elanga gagal menunjukkan performa terbaiknya selama masa pra-musim. Tapi hal itu tidak lantas menihilkan data-data dan catatan-catatan statistik musim lalu.

Elanga mencatatkan tiga gol di semua ajang pada musim lalu. Jumlah yang teramat sedikit untuk menggadang-gadang namanya jadi mesin gol MU.

Namun, tengok saja akurasi tembakan tepat sasarannya yang mencapai 40%. Dengan sampel yang cukup banyak, persentase tersebut sudah di atas Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, sampai Bruno Fernandes.

Jika bicara soal xG (expected goals), maka Elanga berada di urutan keempat di skuad MU musim lalu. Sebuah catatan yang tentu saja sangat menjanjikan.

Jadon Sancho

Jadon Sancho

Sancho gagal mencetak dua digit gol dan assist musim lalu. Namun, torehan tersebut nyatanya tidak mengubah fakta bahwa Sancho adalah pemain ketiga dengan kualitas ancaman tertinggi.

xG-nya mencapai 4,5 dan dari kualitas peluang tersebut, Sancho mampu mengonversi lima gol. Hal itu menunjukkan Sancho terbukti klinis. Masalahnya hanya satu, dia jarang mendapat kesempatan menembak dan mengkreasikan serangan.

Lalu jangan lupa di pra-musim ini Sancho tampil impresif. Torehan tiga golnya bersama Martial menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak Setan Merah selama pra-musim.

Itu menunjukkan bahwa Sancho mulai menemukan sentuhannya kembali. Eks pemain Borussia Dortmund itu juga dengan cepat beradaptasi dengan gaya main Erik Ten Hag.

Bruno Fernandes

Bruno Fernandes

Penggemar Manchester United pasti ingat bagaimana ketajaman Bruno di musim 2020/21. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu jadi tulang punggung Setan Merah.

Pemain yang juga jadi kompatriotnya Ronaldo di timnas Portugal itu pernah sukses mencatatkan 17 assist . Catatannya tidak berhenti di sana, total 28 gol berhasil disarangkannya di seluruh ajang.

Jika merujuk pada advance statistic musim lalu saja, maka Bruno bisa dikategorikan paling layak menjadi mesin gol Setan Merah. Catatan statistik seperti total tendangan, expected goals (xG), sampai shooting creation actions-nya (SCA) berada yang tertinggi setelah Ronaldo.

Dengan kata lain, apabila Ronaldo tidak ada di skuad MU sejak musim lalu, Bruno adalah bintangnya. Jadi tidak perlu diragukan lagi bahwa Bruno bisa melakukan hal serupa apabila Ronaldo minggat.

Marcus Rashford

Marcus Rashford

Rashford tidak begitu mengesankan penampilannya jika dibandingkan Martial dan Sancho pada pra-musim. Tidak juga lebih baik dari segi statistik jika dibandingkan dengan Bruno dan Elanga.

Namun, Rashford masih ada di MU hingga sekarang karena seharusnya didikan akademi MU itu jadi mesin gol tim. Hal itu mutlak harus diwujudkan oleh Rashford.

Apalagi sebetulnya Rashford punya modal yang lebih dari cukup. Ia punya kecepatan dan tendangan yang sangat keras. Dua hal ini bisa jadi senjata mematikan untuk membobol gawang lawan.

Rashford hanya dituntut untuk memperbaiki pengambilan keputusannya saja. Dua kelebihannya itu tidak jarang justru membuat MU kehilangan peluang begitu saja.